SISANDI SISTEM SKRINING MANDIRI PENYAKIT HIV/AIDS

Informasi Penyakit HIV/AIDS

     HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh yang dapat melemahkan kemampuan tubuh melawan infeksi dan penyakit. AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) adalah kondisi di mana HIV sudah pada tahap infeksi akhir. Ketika seseorang sudah mengalami AIDS, tubuh tidak lagi memiliki kemampuan untuk melawan infeksi yang ditimbulkan. Dengan menjalani pengobatan tertentu, pengidap HIV bisa memperlambat perkembangan penyakit ini, sehingga pengidap HIV bisa menjalani hidup dengan normal.

     Penanganan HIV/AIDS melibatkan berbagai pendekatan medis, sosial, dan edukatif untuk mencegah penularan, mendeteksi lebih awal, serta memberikan pengobatan dan dukungan kepada ODHA (Orang dengan HIV/AIDS). Berikut ini adalah ringkasan penanganan HIV/AIDS yang komprehensif:

1. DAFTAR RISIKO PENULARAN HIV
  • Hubungan seksual tanpa kondom
    Terutama dengan pasangan yang status HIV-nya tidak diketahui atau dengan pasangan yang berbeda beda.
  • Berbagi jarum suntik
    Umum terjadi pada penggunaan narkoba suntik.
  • Transfusi darah yang tidak disaring
    Darah yang tidak melalui proses skrining HIV.
  • Penularan dari ibu ke anak
    Selama kehamilan, persalinan, atau menyusui.
  • Penggunaan alat medis tidak steril
    Seperti jarum suntik, alat bekam, alat tato, dan tindik.
  • Luka terbuka kontak dengan cairan tubuh orang dengan HIV
    Misalnya tenaga kesehatan tertusuk jarum bekas pasien HIV.
  • Pasangan serodiscordant (satu positif, satu negatif)
    Risiko tetap ada tanpa penanganan atau pencegahan.
2. CARA PENCEGAHAN HIV
  • Gunakan kondom saat berhubungan seksual
    Gunakan secara konsisten dan benar setiap kali berhubungan.
  • Lakukan tes HIV secara rutin
    Terutama bagi mereka yang aktif secara seksual atau memiliki faktor risiko.
  • Setia pada satu pasangan yang HIV-negatif
    Menurunkan risiko penularan secara signifikan.
  • Jangan berbagi jarum atau alat suntik
    Gunakan alat suntik steril sekali pakai.
  • Lakukan skrining darah sebelum transfusi
    Pastikan darah sudah diperiksa bebas HIV.
  • Ibu hamil dengan HIV minum ARV
    Mencegah penularan ke janin (PMTCT: Prevention of Mother-To-Child Transmission).
  • Pengobatan ARV bagi ODHA
    Menekan jumlah virus sehingga tidak menularkan ke orang lain (U=U: Undetectable = Untransmittable).
  • Profilaksis pra-pajanan (PrEP)
    Obat untuk orang HIV-negatif yang berisiko tinggi tertular HIV.
  • Pendidikan dan penyuluhan seksual
    Meningkatkan pengetahuan tentang HIV/AIDS dan cara mencegahnya.
  • Sterilisasi alat medis dan kecantikan
    Gunakan alat bersih untuk tindakan medis, tato, atau tindik.
3. PENGOBATAN
  • Terapi Antiretroviral (ARV)
    Pengobatan ini bersifat seumur hidup, tidak menyembuhkan namun dapat menekan jumlah virus (viral load) hingga tidak terdeteksi. Pengobatan ini bertujuan menurunkan resiko penularan dan meningkatkan kualitas dan harapan hidup ODHA.
4. PERAWATAN DAN DUKUNGAN
  • Dukungan psikososial dan konseling.
  • Perawatan infeksi oportunistik (infeksi yang muncul karena sistem kekebalan lemah).
  • Nutrisi yang baik dan gaya hidup sehat.
  • Dukungan komunitas dan layanan sosial.

TENTANG KAMI

Puskesmas Cisoka merupakan pusat pelayanan kesehatan masyarakat yang berdiri sejak tahun 1980 dan beroperasi langsung dibawah dinas kesehatan dan pemerintahan daerah kabupaten tangerang. Yang berlokasi di Jl.Cisoka-Tigaraksa,Kec.Cisoka - Kabupaten Tangerang. Dengan tersedianya berbagai poli klinik,kami memiliki tim medis yang berdedikasi terdiri dari dokter,perawat serta tenaga medis,yang siap memberikan pelayanan dengan menggunakan fasilitas yang modern dan peralatan medis terbaik.

Sistem Skrining Mandiri Penyakit HIV/AIDS atau yang disingkat SISANDI ini merupakan salah satu sistem yang dibuat oleh Puskesmas Cisoka dengan tujuan untuk menjembatani pasien-pasien dengan keluhan atau gejala yang dialami agar mengetahui diagnosa awal yang sedang dialami dan juga memberikan solusi serta penanganan awal yang dapat dilakukan oleh pasien.