Informasi Penyakit HIV/AIDS
HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyerang
sistem kekebalan tubuh yang dapat melemahkan kemampuan tubuh melawan infeksi dan penyakit.
AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) adalah kondisi di mana HIV sudah pada tahap
infeksi akhir. Ketika seseorang sudah mengalami AIDS, tubuh tidak lagi memiliki kemampuan
untuk melawan infeksi yang ditimbulkan.
Dengan menjalani pengobatan tertentu, pengidap HIV bisa memperlambat perkembangan penyakit
ini, sehingga pengidap HIV bisa menjalani hidup dengan normal.
Penanganan HIV/AIDS melibatkan berbagai pendekatan medis,
sosial, dan edukatif untuk mencegah penularan, mendeteksi lebih awal, serta memberikan
pengobatan dan dukungan kepada ODHA (Orang dengan HIV/AIDS). Berikut ini adalah ringkasan
penanganan HIV/AIDS yang komprehensif:
-
Hubungan seksual tanpa kondom
Terutama dengan pasangan yang status HIV-nya tidak diketahui atau dengan pasangan yang berbeda beda. -
Berbagi jarum suntik
Umum terjadi pada penggunaan narkoba suntik. -
Transfusi darah yang tidak disaring
Darah yang tidak melalui proses skrining HIV. -
Penularan dari ibu ke anak
Selama kehamilan, persalinan, atau menyusui. -
Penggunaan alat medis tidak steril
Seperti jarum suntik, alat bekam, alat tato, dan tindik. -
Luka terbuka kontak dengan cairan tubuh orang dengan HIV
Misalnya tenaga kesehatan tertusuk jarum bekas pasien HIV. -
Pasangan serodiscordant (satu positif, satu negatif)
Risiko tetap ada tanpa penanganan atau pencegahan.
-
Gunakan kondom saat berhubungan seksual
Gunakan secara konsisten dan benar setiap kali berhubungan. -
Lakukan tes HIV secara rutin
Terutama bagi mereka yang aktif secara seksual atau memiliki faktor risiko. -
Setia pada satu pasangan yang HIV-negatif
Menurunkan risiko penularan secara signifikan. -
Jangan berbagi jarum atau alat suntik
Gunakan alat suntik steril sekali pakai. -
Lakukan skrining darah sebelum transfusi
Pastikan darah sudah diperiksa bebas HIV. -
Ibu hamil dengan HIV minum ARV
Mencegah penularan ke janin (PMTCT: Prevention of Mother-To-Child Transmission). -
Pengobatan ARV bagi ODHA
Menekan jumlah virus sehingga tidak menularkan ke orang lain (U=U: Undetectable = Untransmittable). -
Profilaksis pra-pajanan (PrEP)
Obat untuk orang HIV-negatif yang berisiko tinggi tertular HIV. -
Pendidikan dan penyuluhan seksual
Meningkatkan pengetahuan tentang HIV/AIDS dan cara mencegahnya. -
Sterilisasi alat medis dan kecantikan
Gunakan alat bersih untuk tindakan medis, tato, atau tindik.
-
Terapi Antiretroviral (ARV)
Pengobatan ini bersifat seumur hidup, tidak menyembuhkan namun dapat menekan jumlah virus (viral load) hingga tidak terdeteksi. Pengobatan ini bertujuan menurunkan resiko penularan dan meningkatkan kualitas dan harapan hidup ODHA.
- Dukungan psikososial dan konseling.
- Perawatan infeksi oportunistik (infeksi yang muncul karena sistem kekebalan lemah).
- Nutrisi yang baik dan gaya hidup sehat.
- Dukungan komunitas dan layanan sosial.
TENTANG KAMI
Puskesmas Cisoka merupakan pusat pelayanan kesehatan masyarakat yang berdiri sejak tahun 1980 dan beroperasi langsung dibawah dinas kesehatan dan pemerintahan daerah kabupaten tangerang. Yang berlokasi di Jl.Cisoka-Tigaraksa,Kec.Cisoka - Kabupaten Tangerang. Dengan tersedianya berbagai poli klinik,kami memiliki tim medis yang berdedikasi terdiri dari dokter,perawat serta tenaga medis,yang siap memberikan pelayanan dengan menggunakan fasilitas yang modern dan peralatan medis terbaik.
Sistem Skrining Mandiri Penyakit HIV/AIDS atau yang disingkat SISANDI ini merupakan salah satu sistem yang dibuat oleh Puskesmas Cisoka dengan tujuan untuk menjembatani pasien-pasien dengan keluhan atau gejala yang dialami agar mengetahui diagnosa awal yang sedang dialami dan juga memberikan solusi serta penanganan awal yang dapat dilakukan oleh pasien.